Unipa Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional KOBI November 2021

Dr. Meky Sagrim, S.P., M.Si

Manokwari,- Universitas Papua akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Internasional Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), 24-25 November 2021. Tema Konferensi Internasional KOBI 2021 ini adalah “Membangun Optimisme Pasca Pandemi Covid-19: Pelestarian dan Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia”.

Rektor Universitas Papua, Dr. Meky Sagrim, S.P., M.Si menyambut baik penunjukkan Unipa sebagai tuan rumah Konferensi Internasional KOBI 2021. Bersama seluruh civitas akademika Universitas Papua akan mendukung kegiatan ini, mulai dari persiapan hingga pelaksanaannya.

“ Terima kasih kepada Konsorsium Biologi Indonesia yang mempercayakan Universitas Papua sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Internasional Konsorsium Biologi Indonesia. Ini momentum paling penting bagi Universitas Papua,” kata Meky Sagrim di Rektorat Unipa, Sabtu(28/8/2021).

Menurutnya, Konferensi Internasional KOBI ini akan membuka kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam riset dan publikasi. Karena publikasi selalu menjadi tugas pokok dari seorang dosen, agar bisa naik pangkat dan jabatan. Hal berikutnya, konferensi ini juga akan menambah indikator kinerja utama dan indikator kinerja tambahan bagi Universitas Papua dalam proses akreditasi institusi.

“ Saya mengajak para dosen dan mahasiswa untuk memanfaatkan momentum ini,” ucapnya.

Sekadar diketahui, KOBI merupakan organisasi yang berperan aktif dalam pengembangan pendidikan tinggi biologi dalam penguasaan keanekaragaman hayati dan pemanfaatan sumber daya alam hayati (bioresources) secara optimal dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat manusia.

Program kerja KOBI berdasarkan pertemuan taskforce KOBI,  di Universitas Brawijaya Malang Tahun 2015 antara lain Penguatan Riset dasar berbasis Mega-biodiversitas, melalui penguatan keahlian SDM dan penelitian berbasis SDH dan ekosistem setempat, pengusulan skim baru riset ke Kemenristek-Dikti/Kemenhut/Kementan dll.

Pengembangan kompetensi PS Biologi melalui Pengembangan Kurikulum yang memuat spesifikasi/keunikan PS dari mandat yang dimiliki. Pengusulan skim kegiatan pembinaan bagi penguatan PS yang diberi mandat . Kemudian Pembenahan kurikulum pendidikan menengah melalui Pembangunan life-skill dan kewarganegaraan: melalui pembelajaran biologi

Standarisasi Kualitas Lulusan, melalui Pelatihan dan pendampingan dalam penyusunan LO PS Biologi dan Melakukan monev terhadap kualitas pembelajaran (instrumen, proses dan assessment).

Selanjutnya ada program Kerja sama pengelolaan jurnal melalui pembentukan komisi pengelola jurnal untuk tujuan pembinaan dan kerja sama (mis. “Tukar menukar” artikel). (ab)